??
June 5th, 2008 by mirskovTinggal seminggu lagi, lalu sebulan, lalu 2 bulan.
Lalu?
Kembali diriku di persimpangan jalan.
Kemana ku harus melangkahkan kakiku setelah itu?
Entah.
But no worries.
Semua yang di tanganNya sudah barang tentu akan baik-baik saja.
Begitu pula diriku, aku pikir.
- take me wherever You want -
Last Fling
April 10th, 2008 by mirskovFor those who are married or almost married, have you ever had your last fling? Somehow, this phrase interests me coz lately many of my friends, both by chat and long hours of phone calls, came to me to spill out their little ‘adventure’ of cheating, adultery, infidelity, betrayal…or whatever it is you wanna call it.
In the western culture, last fling is more specific, often defined as ‘last sex’ before they get married. Getting into strip clubs and hook-up with some stripper or hooker. In some cases, it can even be, merely with a friend.
Well, here in the eastern part of the world, my friends have also had their last flings. But it differs with the western style, definitely not a one nite stand, but more of a deep flirting or it can even be a relationship (now this one can definitely jeopardize their relationship with the lover!). Sadly, in the cases I’ve know, this is the most frequent one.
Well first it started as a ‘nothing’. They all say it’s just a joke, a harmless flirt. Then they start to go out with this ‘outsider’, they enjoy it, they do it more often and so on…. and so on, well you know the rest. They’ve been warned to be careful, it might get into sumthin, but they always say….”Naaa it’s nothing, we’re just friends hanging out, I’m getting married soon”. And before they realize it, they fall in love….. and that nothin….turns into sumthin! Hah!
They say, “Gosh, what have gotten into me! Now how can I get out of this mess! I love my fiancée, but I also love this other one”.
Other than just playin ‘innocent’ and not really knowing what they’re really getting themselves into, others actually INTEND to seek for ‘alernatives’ before getting stuck with a person for the rest of their lives. Then they’re not sure with the one they chose right? (If your’e not sure, maybe you should reconsider). Hahaha.
Well, stop messing around!! Don’t get near a fire if you don’t want to catch one! And don’t feel that you HAVE to do it, that this is your last chance of fooling around. Coz you think that once you get married you cant fool around anymore. Well, (ethically) you cant! And even if you’re not married yet, but already committed, you CANT either!! Well you know what, fellas, now you cant enjoy your wedding 100%, coz in that other half brain of yours, there’s that other someone. Haha! I’m not sure whether I should be laughing or feeling sorry.
Maybe both.
In few cases, I’ve also encountered those who have not had a last fling before their marriage. But, geez….. I don’t know it’s whether they; have some problems in their marriage - or is it that they regret not ever having a last fling - or they are simply just itchy b***hy -, somehow, they have their last fling AFTER their marriage. Say WHAT!! That’s not a last fling anymore, is it?!
Now I’m just laughing.
All I can say is, everything you do has its consequences. Deal with it! Synchronize your heart and your brain, think before you act! Coz somebody could get hurt! Take responsibility of your own (stupid) actions! Haha! Personally, for me, I can live without any last flings in my life. Loyalty is the best policy.
Yeahh right…..(and Bill Clinton really didnt have a fling with Monica Lewinsky). ^_^
No, seriously
Grrhh…!!
April 1st, 2008 by mirskovTiket nya 50 cent ama Akon mahal bangeettt!! DAMN!!
My Work (now and then)
February 28th, 2008 by mirskov"Hi Mir, so how are you doin down there? Betah ga?"
Begitulah sepenggal pertanyaan dari mantan kolega di IOM Jogja dulu. Sekilas pertanyaan sederhana tersebut dapat dijawab dg sederhana pula. Tapi kemudian aku tergelitik untuk mencari jawaban pertanyaan tersebut dengan lebih mendalam. Mungkin bener kata teman2 dekatku, aku terlalu banyak beranalisa utk hal2 yg kecil. Yg kadang membuatku pusing sendiri. Hehehe….
Well, setelah aku berpikir, aku memang lebih betah kerja disini. Bidang2 project yang aku geluti disini juga lebih sinergis dengan ilmu perencanaan pembangunan yg aku tekuni. Kerjaan juga santai, hmm…mungkin malah terlalu santai (buktinya bisa nyambi chat dan ngeblog….wekeke)
Amat sangat kontras dengan kerjaan di IOM dulu, too much field work, selalu lembur mpe malem. Abis seharian panas capek di lapangan, balik kantor masih ngerjain banyak hal. Memang perbadaan intinya adalah, disana sangat operasional sifatnya, sedangkan disini lebih ke monitoring and evaluation.
But to almost everythin in life, there are always positives and negatives. Jujur, disini, aku merasa kurang berkembang. Aku merasa, peran bos juga amat sangat kurang berpengaruh terhadapku. Sedikit sekali yang bisa aku ‘curi’ dari bos. Maksudku, ilmu managerial proyek dan kepemimpinan tidak bisa aku dapat dari beliau. Beda banget ama bos ku di IOM, menurutku, dia sosok bos yang ideal. Dia selalu mengajariku hal2 yg bisa membuatku berkembang. Misalnya cara menghadapi masyarakat, resolusi konflik, dealing with difficult colleagues, proper communication among the team, cara menghadapi pihak donor, cara menuturkan masalah dg cara yg tepat, dan masih banyak lainnya. Sebenarnya, aku pelajari hal2 ini secara tidak langsung, dengan cara memperhatikan cara2 dia memanage dan menangani proyek dan kasus2 yang terjadi di kantor dan lapangan. Tapi seringkali pula dia sengaja mengajariku, memberiku tugas2 dan tanggung jawab yg cukup menantang, dan dia selalu menuntunku utk bisa memikulnya.
Maybe because I was her right-hand person (and best friend), dan kita berada di garis depan proyek (kalo kita salah, seluruh operasi akan salah kaprah), so she had high expectations of me. Often times, I felt so much pressure, sampe’ aku sempet drop, sakit agak parah 2 kali. Bahkan aku sempet, sekali, nangis di pelukan bos ketika suatu ketika semua terasa begitu berat dan menyesakkan, merasa udah ga bisa lagi memikulnya (may look unprofessional, haha, but she was also my best friend). Ama dia komunikasi sangat terbuka. Tapi, semua masalah memang selalu ada pemecahannya. Harus dihadapi, dan jangan ditinggal lari. Aku paling ga suka membiarkan masalah sehingga masalah itu selesai (baca: hilang) dengan sendirinya. Itu sama saja dengan pengecut, pitik…alias chicken!
Catat: WHAT DOESNT KILL YOU WILL ONLY MAKE YOU STRONGER. I’m grateful for every pressure that I can go through. Intrik2 dan cerita2 lapangan selalu membuatku tersenyum, dan bahkan tertawa. Masyarakat desa memang kadang aneh2. Hehehe. Apalagi kebersamaan dengan anak2 volunteer assessment, hmm….mereka bener2 anak muda yg penuh semangat! I miss them all… Disana kebersamaan tim begitu kental, tidak seperti disini.
Well, intinya sih, dimana saja kita bekerja, pasti ada plus minusnya. Jalani aja dengan senang dan ikhlas, anggap saja itu sudah rezeki karena pasti ada banyak hal yang bisa kamu dapati, dan pasti akan menjadi sesuatu yg indah di kemudian hari
Mungkin apa yg aku tulis disini sepertinya di IOM dulu lebih ‘menyenangkan’, but I really needed a change. So I moved. Hidup adalah pilihan, harus konsisten dengan apa yang sudah dipilih, the good and the bad, tough or easy, harus dihadapi semua. (halah) ^_^
- Good leaders dont manipulate you, they built you up. Providing an opportunity for others to improve and succeed -
Tragedy of the Commons
February 5th, 2008 by mirskov
Jakarta banjir, itu sudah biasa kita dengar. Konon (katanya) penyebab utamanya adalah penumpukan sampah. Itu juga sudah sering kita dengar. Lalu? Kalo sudah tau penyebabnya, kenapa masih saja terjadi? Berarti kesadaran orang akan buang sampah pada tempatnya masih miskin sekal i donk, bahkan tidak ada. Tahu, tapi acuh. Dalam benak mereka, mungkin begini;
"Semua orang tahu klo buang sampah sembarangan bisa berakibat banjir, maka dari itu mereka akan membuang sampah pada tempatnya. Jadi, kalo aku buang sampah kecil ini dimanapun aku mau, tidak akan berdampak besar kok. Toh cuman kecil dan cuman aku saja yg buang sembarangan. Satu orang tidak akan membuat perbedaan khan?".
Hah! Sekarang gimana klo semua orang berpikir seperti itu? Alhasil yang kecil itu menjadi besar, menumpuk, dan menyumbat!! Banjiirrr deeeehhh!!!
Contoh di atas mengingatkanku pada sebuah cerita tentang Tragedy of the Commons, yg dicetuskan oleh Garrett Hardin, dan diceritakan oleh Professor Amin, profesorku waktu di Bangkok dulu. Agak beda memang dg contoh di atas, tapi ada kemiripannya. Apa sih Tragedy of the Commons itu? Jadi intinya adalah, kerusakan sumber daya alam karena tidak adanya kepemilikan, sehingga banyak orang (yang kemudian disebut ‘free riders’ atau ‘penumpang gratis’) yg merasa memiliki dan boleh mengambil / menggunakan sumber tersebut. Akibatnya, semua orang mengambilnya dan pada akhirnya sumber tersebut habis / rusak.
Contohnya disini banyak lah. Lihatlah orang2 pada nyuci or buang air di sungai. Semua merasa memiliki sungai itu dan boleh menggunakannya semau mereka. Akhirnya semua orang menggunakan dengan ’salah’ trus sungai itu menjadi bau dan tercemar. Begitu juga dengan air, semua orang pasti butuh air. Tapi, tidak harus boros kan? Tahukah, bahwa 40% wilayah Jakarta (sumber: Bappeda) terletak di bawah permukaan air laut? Itu adalah akibat dari land subsidence (penurunan tanah), yg tak lain penyebabnya adalah over extraction of groundwater atau over exploitasi air tanah, yang mengakibatkan rongga di dalam tanah sehingga tanah menjadi turun. Wilayah yg terletak di bawah permukaan air laut akan semakin rentan terhadap banjir akibat hujan ataupun akibat gelombang air pasang.
Sebenarnya, banyak juga kota yang berada di bawah permukaan air laut, misalnya Bangkok. Tapi sekarang mereka mulai berbenah, salah satunya dengan privatisasi air. Ya, salah satu solusi tragedy of the commons adalah memberikan kepemilikan, sehingga si pemilik akan merawat apa yg dia miliki. Trus ga boleh make’ donk? Boleh. Tapi dengan pricing (membayar). Misalnya nih dengan privatisasi air, kualitas air dan pelayanan menjadi lebih baik, karena si pemilik adalah sebuah profit organization, yg akan untung dengan memberikan kepuasan kepada pembeli. Si pembeli pun, dg sendirinya akan menghemat air, karena kalo boros biayanya akan bertambah tentunya. Privatisasi air bertujuan juga untuk konservasi sumber daya alam. Itu kenapa pemerintah menganjurkan untuk berlangganan PAM. Tapi masalahnya, pelayanan dan kualitas air PAM belom bisa diandalkan, sehingga masyarakat masih enggan
Nah trus, klo air aja suruh bayar, yang pada ga mampu gimana donk? Yang pada ga mampu bisa disubsidi pemerintah. Tapi lagi2, dihadapkan pada permasalahan klasik subsidi, yaitu targeting atau salah target. Sepertinya subsidi silang lebih cocok. Anyway, berdasarkan penelitian, orang miskin sebenarnya mampu kok membayar langganan air, hanya saja, mereka tidak punya biaya untuk memasang initial installment air (meteran, pipa dsb). Jadi, lebih baik pemerintah memberi bantuan dengan memasang alat2 tsb. Nanti, untuk biaya bulanan, bisa dengan cross-subsidy tadi.
Nasi sudah menjadi bubur. Tapi jangan berkecil hati, masih bisa terselamatkan kok. Tinggal bagaimana kita membuat bubur itu menjadi enak, ditambahin ayam, keju, kecap atau yg lain. Pemerintah DKI skrg sedang berupaya keras untuk menata drainase kota yg sudah mampet oleh sampah. Biayanya triliunan. Kasian SBY & Fokke. Jangan selalu menyalahkan pemerintah (hai Megawati terutama!), percayalah, they’re doing the best they can! Kesadaran masyarakat juga masih sangat kurang. Lebih baik kamu keluarkan energi untuk menghimbau masyarakat ketimbang mencari2 kesalahan pemerintah demi mendapatkan kursi kekuasaan di pemilu mendatang. Hahahaha!
Save our planet guys! For ourselves n mostly for our children! Buanglah sampah pada tempatnya dan hematlah air!!!! Mandi cukup sehari sekali saja. Hahahahahahahaaaaa…………
2 February 2008
February 3rd, 2008 by mirskovMy birthday for the last several years, has (almost) always been commenced with the cries of the earth. Selalu disambut dengan hujan deras dan banjir, terutama di Jakarta. So sad, gloomy, cheerless, depressing, poignant, heartrending (habis liat kamus sinonym…hahaha). Tetapi, tahukah….bahwa sebenarnya langit biru yg cerah selalu mengiringinya, begitu pula mengiringi ultahku. Hmm, seakan alam hendak menyampaikan sebuah pesan dan menyadarkanku, bahwa malam akan disingkap oleh pagi, kegelapan akan diiringi oleh terang (Kartini banget), dan sesudah kesulitan akan ada kemudahan (QS Al-Insyirah). Aku jadi teringat pesan ultah seorang sahabat,
"Mira, memang kadang ada hujan deras bertambah deras, tapi tetaplah bertahan untuk menyaksikan langit yang cerah tanpa batas. Biarkan hati memikirkan & memahami kebenaran. Have a pleasant b’day!" (thanks so much Bro, kamu memang seorang teman sejati!)
Anyway, my birthday this time wasn’t really special, to me it’s just an ordinary day. Felt sad the whole day actually. Hari itu diawali dg sakit perut pada pagi hari, kemudian ponakanku yg muntah di sofa dan karpet, siang yang panas, pusing di sore hari, malam yg membosankan, dan diakhiri dg insomnia ga bisa tidur mpe jm 3 pagi.
Uugghh….kesabaranku banyak terkuras akhir2 ini. Tapi, aku selalu berkata dlm hati "Sabar miir, sabaar…syukuri aja, jangan jadi seorang pengeluh". Bukankah alam sudah menitipkan pesan dari Tuhan, bahwa langit akan cerah kembali? Dan Allah tidak akan mengingkari janji2 Nya. Just keep on fighting n praying!
Mau bagaimanapun kondisi dan situasinya, it is still my Birthday!! Yang harus aku syukuri dan nikmati. Terima kasih buat kalian semua yg telah memberiku doa. Means a lot to me
- was saved as a draft, baru sempet di post -
The Book that rocked the world
January 23rd, 2008 by mirskov
I have just finished reading the last series (hiks) of Harry Potter, "Harry Potter and the Deathly Hallows". Hehe, agak telat yach, soalnya antri, nunggu kakakku selsei baca
Secara aku agak anti transla tion, aku baca yg versi English. Klo yg translation soalnya aneh terjemahannya!! Anyways, menurutku seri terakhir ini overall……hmm……..well………it was OK. Seru jg seperti seri2 yg sebelumnya. Tapiii, agak kecewa siih, soalnya I was expecting seri terakhir ini bakal seru banget! Tapi aku lebih suka yg "Goblet of Fire" ama "The Half-Blood Prince". Menurutku yg "Order of the Phoenix" juga ga kalah seru dg yg dua tadi, soalnya di seri ini bener2 dikejutkan dengan kematian Dumbledore. Hiks…
Kalau mau dikritik, seri terakhir ini menurutku terlalu memaksakan. Kesannya, semua harus buru2 ‘terkuak’.
1. Pertama, Deatlhy Hallows yg di cerita sebelumnya ga ada sama sekali. Nah kok tiba2 ada cerita ttg itu, di pertengahan cerita pula, dan harus berakhir (pula) dalam satu seri. Menurutku Deathly Hallows akan lebih menarik kalo diceritakan sejak awal, and berkembang dalam series2 yg berikutnya, utk selanjutnya berakhir dlm seri ini.
2. Kedua, cerita si Professor Snape yg tiba2 menjadi ‘the good guy’. Udah gitu, itu pun secara tiba2, dan di akhir cerita pula. Di seri2 sebelumnya ga ada secuil pun clue ttg ‘kebaikannya’.
3. Ketiga, pertemuan Harry Potter dengan Dumbledore di alam ‘maya’, sehingga Dumbledore membeberkan semua rahasia dan kebenaran juga terlalu memaksakan.
4. Keempat, adegan Harry dg Resurrection Stone-nya di hutan aneh bgt. Secuil gitu doank. Ga penting bgt!
5. Kelima, menurutku, epilogue di akhir agak2 ‘wagu’, aneh, (sekali lagi) maksa. Nama2 anaknya Harry Potter juga maksa banget! Seperti James, Lily, ……dan Albus Severus ????? Aneh aja make’ n gabung2in nama tokoh2 utamanya.
6. Keenam, dan yg menurutku yg paling ‘menurunkan’ mutu, Voldermort si penjahat utama yg dlm seri2 sblmnya dikisahkan sbg tokoh yg sgt menakutkan & tanpa ampun, lha kok di seri ini dia tiba2 menjadi ‘lembut’ dan ‘bodoh’.
Hmmph….
But still, Harry Potter is always an interesting book to read. Dan banyak org, around the world, yg akan sgt senang jika seri2nya masih berlanjut. Hmmh sayang…..
Oya, di seri terakhir ini, aku paling suka cerita romance nya Harry + Ginny, and juga Ron + Hermione. (dasar cewek) ^_^
Bapak Pembangunan
January 14th, 2008 by mirskov
Hiks, sedih sekali Pak Harto kritis di rumah sakit
Aku adalah fans berat beliau. Bagiku, dia seorang bapak pembangunan sejati. Sangat cerdas, smart, otak planning nya sungguh hebat, dengan taktik2 jitunya, dia mampu melajukan pembangunan Indonesia dengan cepat dan terstruktur.
Aku tidak buta, banyak orang yang membenci beliau. Memang, beliau seorang ‘Otoriter’ yang ulung. Bukannya aku anti-demokrasi, tapi aku bener2 mengagumi kecerdasannya dalam mempertahankan kekuasaan selama berpuluh2 tahun lamanya. Sungguh cerdik dan lihai.
Tak bisa kita pungkiri, di masa pemerintahan beliau, rakyat lebih sejahtera, harga2 lebih stabil (wlopun yg namanya inflasi itu pasti terjadi, wong udah siklus-nya hukum ekonomi), investasi pesat, keamanan negara terjaga, pembangunan merebak. Rencana2 pembangunan jangka panjang, menengah, dan pendek bukan sekedar wacana, yg habis dibuat langsung masuk lemari. Tapi bisa terealisasikan dg baik (wlopun teteup ga 100% laah).
Pak Harto mengingatkanku akan mantan PM Thailand, Thaksin Shinawatra (idolaku juga). Bagiku, mereka setipe. Bener2 bisa memakmurkan negara, memajukan pembangunan, menstabilkan harga, dan menarik investor. Selain ini, mereka juga setipe dalam hal korupsi. Sama2 dituduh korupsi, koruptor ulung. Menimbang2 kesamaan ini, aku jadi punya teori ‘jahat’ yg mungkin bisa dijadikan bahan thesis. Wekeke. Jadi, dalam teoriku, mungkin korelasi pembangunan dan korupsi harus berbanding lurus
Artinya, mungkin memang diperlukan ’sedikit’ korupsi utk bisa melajukan pembangunan??? Cobalah utak-atik dan padukan hukum2 pembangunan; ekonomi, sosial, infrastruktur dan investasi misalnya? Menarik utk dikaji lebih dalam loh. Hihii….just a thought. Cicak cicak di dinding, just kidding ^_^ Itu sekedar berteori, bukan berarti membenarkan
Anyway, semoga kita semua bisa melihat jasa baik nya Pak Harto ketimbang kesalahan2nya. Marilah kita memaafkannya. Memang, mungkin bukan preseden yg baik jika kasus nya dibatalkan. Preseden yg jelek buat ‘Soeharto2′ lain and di mata negara lain jg. Tidak adanya kepastian dan ketegasan hukum adalah kondisi utama yg dijauhi para investor. Tapi, semoga ada metode lain yg lebih bijak utk menyelesaikan kasus beliau.
Oya, ada satu alasan lain kenapa aku nge-fans banget ama Pak Harto. Beliau persiiis banget ama bokap. Baik di masa muda or tua ^_^
- Ya Allah, berikanlah yg terbaik untuk Pak Harto. Ampunilah segala dosa-dosanya, terimalah segala amal-amalnya -
Libur Jogja
January 3rd, 2008 by mirskov
Pulang ke Jogja kemaren alhamdulillah cukup memuaskan. Sekitar 90% acara di agenda bisa tercapai (temen2ku pada ngeledek nieh gara2 aku selalu punya agenda untuk segala macam hal). Namanya juga arsitek, planner. Terstruktur dan sistematis (kadang). ^_^
Sengaja aku pulang naik kereta, berhubung liburan cukup panjang waktunya, aku pengen menikmati perjalanan naik kereta. Aku demen banget naik kereta pagi, bisa liat sana sini sambil relax baca2 buku or merenung (baca: melamun)
Tujuan pertamaku ke Semarang. Soalnya aku lebih suka jalur utara ketimbang selatan. Memasuki Jateng, jalur kereta persis di pinggir pantai. Baguuuuuss banget deh! Liat laut yg biru-hijau, liat pohon pantai yg aneh2 bentuknya, liat kapal, nelayan, dan liat angin pantai yg berhembus mesra (halah halah bahasanya)
Di Semarang cukup semalem aja, ama sepupu makan bakmi jawa uenaakkk banget, deket RS Tlogorejo. Suasana malam yg dingin sehabis hujan membuat mihun goreng yang mengebul panas tambah nikmat. Ditemani dengan segelas jeruk panas. Mak nyuusss….
Sebenernya, ada 2 agenda yg ga kesampaian disana, yaitu Mie Kopyok yg lwt depan rumah eyang ama Tahu Petis Prasojo pinggir Simpang Lima. Penjual mie kopyok nya pada libur. Hiks. Yasudlah, kapan2 lagi….
Esoknya ke Jogja naik bus Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang) and dijemput nyokap di Jombor. Sesampainya di rumah, aku langsung mendekap kucing2ku dengan penuh kerinduan (halah halaah). Dah kangen banget nih ma mereka!! Ada 10 anak kucing baru…jadi total di rumah ada sekitar 18 kucing. Wekekekek… Cape de! Nakal2 semua! Busett dah, niy si Bureng yang wktu aku tinggal ke Jkt masih kecil (tapi ndut), eee sekarang jadi 2-3 kali lipatnya! Bener2 kucing raksasa!
Anyway, aku pulang dengan tujuan utama nengokin keluarga, temen, and wisata kuliner tentunya!! Yang ada di agenda and terlaksana yaitu: bakmi jawa (again), pempek Tamsis, gudeg basah, lotek tetangga, siomay Mirota, nasi kucing angkringan lengkap dg sambal teri yg wenaakkk banget (sayang ceker bakarnya habis), soto pak Tur di tamsis (enak bgt pake sate tel or n usus nya), tahu isi bakery Murni, SGPC (sego pecel) UGM dan sop daging and es sari tomatnya, and ronde di bulevard UGM.
Sempet juga masak bareng nyokap, mengolah daging qurban kemaren. Bikin sop buntut ama semur betawi. Kemaren juga sempet masak spagheti (kesukaan kakak ku), sayur bening, cumi asin, ama sop jagung.
Nikmat banget menyeruput ronde panas di kompleks UGM di dinginnya malam sehabis hujan. Rasa jahe and manisnya bener2 nendang!! Wekekeke. And juga mie jawa pak Jempol di Godean, bareng ama my best friends (Broto, Endah, Pita n Faiz suaminya).
For my friends, aku rajin berkunjung ke kampus and PSPPR, kantor ku yg lama di UGM. Temen2 PSPPR bener2 spt keluarga sendiri, suasananya bener2 ga ada tandingannya dg tempat2 aku bekerja selama ini. Nyantaaaiiii banget!!!!! Kocak and gila semua pula! Wong2 pekok! Hahahaha. Temen2 deket yg udah lama ga ketemu adalah Pita. Danda (anaknya) udah gedhe, dah bisa jalan and dah cukup nakal
Yang lainnya adalah mbak Anas and Mbak Rika. Mereka adalah senior2ku di AIT Bangkok dulu. Diantara kami bertiga, aku adalah yang paling ‘kecil’ (baca: termuda), tp kami cukup deket n akrab, bisa sharing apa aja. Mbak Anas adalah dosen teknik sipil Atmajaya sdgkan Mbak Rika dia asdos di magister perkotaan di arsitek UGM. Oya, dari sekian banyak temen2 yg aku temuin, semua komentarnya sama: aku kurusan banyak. Tambah ayu n langsing. Alhamdulillaaaah. Wekekeke. (narsis mode: ON). Tp ada satu protes, mbak Ita malah bilang kurusku kayak orang penyakitan. Sialan
Liburan kemaren aku cukup rajin olahraga. Soalnya ada voucher2 gratis dari kakak ku: fitnez+renang+aerobik di hotel Radisson. Lari di treadmil 30 menit trus renang. Sangking banyaknya voucher, aku ajak mbak Anas renang bareng. Oya, liburan kemaren aku jg rajin ke toko buku (ini adalah salah satu agenda utama). Buku2 di Jogja murah banget! Apalagi di Togamas yg selalu diskon utk buku apa aja. Well, I’m in luck, paaas banget ada pameran buku di GOR UNY. Wuaaah….betah bgt deh disana! Alhasil, budget utk beli buku sangat membengkak! Mumpung murah siih. Tapi juga borooosss!! Hiks, aku ga bisa nahan diri klo buat buku
Tapi kan aku dah lama ga beli (baca: borong) buku (mencari alasan/justifikasi). And aku jadi punya bacaan banyak untuk di kereta (iya iyaaa) ^_^
Jogja ga banyak berubah. Tapi ada 2 perubahan (menuju perubahan) yang cukup signifikan, yaitu pemb angunan busway (yup, busway) ama Kalimambu yang ditutup and dibuat jalan di atasnya (spt Selokan Mataram). Busway nya cukup sederhana, dengan halte and lajur sederhana. Semoga cukup efektif n belom terlambat spt Jakarta. Palagi Jogja makin padet pendatang, terutama pelajar. Alamak makin banyak motor n mobil di jalanan (sepeda jg). Oya, Jogja klo liburan bener2 penuuuhh!! Udah jalannya sempit2, byk kendaraan pula. Harus extra sabar. Apalagi jika harus berjalan di belakang andong or becak. Wakakaka. Lambaaaat banget. Mau nyalip jg ga bisa. Ampuun de!
Sebelum balik Jakarta, aku sempatkan beli oleh2 buat kantor and sodara di Jakarta. Bakpia, ampyang, madumongso, krupuk slondok, trasikan Magelang, permen jahe, lanthing, kue jahe, kripik tempe, geplak Bantul, dll. Tak lupa juga aku beli bumbu2 (petis udang, bumbu pecel, serundeng, abon dll) and barang2 buat keperluan rumah yg lebih murah di Jogja. Trus semuanya aku titipin mobilnya Endah. Wuakakaka. Mobilnya jadi penuh bgt :P
Last but not least, agenda yg terpenting, aku berkunjung ke rumah peristirahatan Bapak, komplek pemakaman dosen UGM di Sawitsari, Sleman. Dah lama banget ga kesitu. Tanaman udah agak liar di atasnya, habis berdoa aku cabut n bersihin. Hope to see you again Daddy. If you were to see me now, I know you must be proud. Miss you so much…
- Dear God, thanks for the lovely vacation -






