Archive for December, 2007

Archive 2007

Thursday, December 27th, 2007

Kini telah tiba saatnya di penghujung tahun 2007. Apa yang telah aku raih setahun ini? Betapa tidak bersyukurnya aku jika aku katakan aku hanya merasakan 2 kepedihan. Satu yang tak berarti. Dan satu yang cukup berat aku lalui. Sebenernya rekor juga nieh, dalam setahun kurang, hatiku patah 2 kali. Tapi aku tidak akan mengatakan "Ah, memang sudah nasibku seperti ini". Lebih baik aku bersenandung Ungu:

"Sgala yang ada dalam hidupku kusadari semua milikMu…ku hanya hambaMu yang berlumur dosa. Tunjukkan aku jalan lurusMu untuk menggapai surgaMu. Terangiku dalam setiap langkah hidupku…karena kutahu hanya Kau Tuhanku. Kumohon ridha dan ampunanMu".

Jika mau dipikir dan disyukuri, kepedihan2ku selama setahun ini kiranya tak sebanding dengan berjuta nikmat yang aku peroleh; pekerjaan baru di UN Jakarta, teman & kolega baru, ilmu & pengalaman baru, mobil baru yang aku beli dari hasil keringatku sendiri selama setahun di Jogja, hidup mandiri di kerasnya ibukota dengan rezeki dan kesehatan yang alhamdulillah lebih dari cukup dan dapat aku atur dengan baik. Dan satu hal lagi yang paling penting, di tahun ini aku lebih deket ma Allah. Semoga lebih baik lagi dan meningkat di tahun2 yang akan datang. Amiin..

Ya Allah, jangan kau putuskan hidayah dan karuniaMU untukku….

Alhamdulillah, setelah kurang lebih 1/2 tahun melanglang buana sendiri di rimba ibukota, akhirnya aku bisa pulang juga wlopun hanya untuk beberapa hari. Meninggalkan Jakarta dengan sepenggal kisah dan kenangan…dan membawa sejuta lara. Jakarta dan hal2 yang aku lalui selama 6 bulan terakhir ini terasa seperti alam mimpi yang semu. Kecuali perih dan perasaan ini…yang terasa begitu nyata.

Sebentar lagi aku harus kembali. Semoga dengan semangat baru dan harapan baru. Berharap untuk yang terbaik. Berharap hanya kepada Allah.

- Dan menunggu pintu hati ini diketuk kembali -

UGM Yogya, 28 Des 2007

‘Teman’ lama

Thursday, December 20th, 2007

Percakapan antara Mira dan Reno (bukan nama sebenarnya):

RENO:  Hey, halo. Gimana kabarnya? Dah lama bgt ga kontak.
MIRA:   Eh, kamu. Alhamdulillah baik. Kamu gimana? Lg ngpain?
RENO:  Baik jg. Lg nunggu hujan nieh di warung sblh kantor. Ga bisa balik.
MIRA:   Oo.. So, whazzup?
RENO:  Nothing. Oya, udah lama nieh ga kontak2 jg ma kakak kamu.
MIRA:   Yaudah kontak aja dia.
RENO:  Ogah. Orang dia jg ga pernah kontak aku.
MIRA:   So? Mungkin dia sibuk, kan skrg dah ngurusin anak. Kenapa kamu ga kontak aja duluan.
RENO:  No way…
MIRA:   (tersenyum agak sinis) Kamu tuh dari dulu ga berubah ya. Selaluuuu aja gengsian. Klo pengen kontak ya kontak aja, ga usah kebanyakan mikir.
RENO:  Heehehe. Tauk ah…
MIRA:   (diem)
RENO:  Mm, kamu gmn ma cowok kamu? Btw, aku mo merid nieh tahun depan.
MIRA:   Oya? Waah, sukses deh klo gitu! Akhirnya kamu dapet jg ya. Merid dimana?
RENO:  Jakarta.
MIRA:   Oo. Jangan lupa undang2 yach!
RENO:  Ok. Mm, yaudah deh, nie dah reda hujannya.
MIRA:   Ok d. Gutlak yach!
RENO:  K. Bye…
MIRA:   Bye

Setelah itu, aku menunggu rasa sakit yg bakalan muncul di hatiku. Belum ada. Aku tunggu lagi. Hmm….belom muncul juga. 2-3 hari aku masih menunggu rasa itu….ga ada jg. Kenapa ini? Bukankah dulu aku slalu khawatir jika mantanku itu nikah duluan? Bukankah hatiku bakalan hancur?

Aku rasa, adalah suatu hal yang lumayan agak umum, ketika kita pengen lebih cepat menikah ketimbang mantan kita. Hahahahaha. Karena kita pengen menunjukkan kalo kita bisa dapet orang lain yg lebih bagus ketimbang mantan kita. And show that we can survive without him/her. Iya kan? Hihihihi…. Tp akan lebih parah, klo kita masih punya feeling ke mantan, menikahnya dia duluan adalah suatu mimpi buruk.

Tapi setelah percakapan itu, aku sadar. Sepertinya aku ngga benar2 mencintainya. Oke, selama kurang lebih 3 tahun, wlopun dah ga ada relationship, selaluu aja tarik ulur dengannya. Aku tau dia tak kan pernah memintaku kembali padanya, karena gengsi dia yang ‘ga umum’ gedhenya. Dengan cara deket2in aku itulah, biar aku yang memintanya untuk kembali. Tapi selama itu juga, jujur, aku ga pernah bener2 berharap balik lg ma dia. Karena ga ada org lain aja, jd aku enjoy aja klo hang out bareng. Entahlah, selama itu aku merasa ga sreg ma dia. Terlebih2 setelah putus, ampuun deh, tu cowok aneh bgt. Makin nampak aja sifat aslinya. Dan engga banget! Dari awal sbnrnya dah nampak, tp aku masih mau mencoba memahaminya. Lama2 memang bisa dipahami, tp ga pernah bisa aku mengerti.

So that explains it. Kenapa ketika dia mengumumkan mo merid, aku ga da perasaan apa2. No hurt feeling, no disappointed feeling. Nothing. I guess I dont really love him.

- And I’m in love with someone else -

Goats and Cows

Sunday, December 16th, 2007

Flock_of_sheep Jika menelusuri sejarah dan hakekatnya, Idul Adha mempunyai makna yang luar biasa. Besarnya keihklasan hati Nabi Ibrahim untuk mengkorbankan putera yang amat dicintainya, Ismail, demi kepatuhannya terhadap perintah Allah SWT.

Nowadays, hari raya qurban mempunyai makna yang sungguh berarti. Dimana kemiskinan, kelaparan serta malnutrisi menjadi sebuah momok dalam era globalisasi dan liberalisasi ekonomi ini.

Tapi, untuk perayaan yang satu ini, selalu aku sertai dengan (sedikit) miris. Bukannya tidak mau turut serta, hanya saja, lebih baik aku kasih mentahnya saja dan alhamdulillah hasilnya (jika ada), tanpa mengikuti dan melihat prosesnya. Uuuggh…aku ga tega liat hewan2 qurban itu disembelih! Dulu waktu kecil sih aku seneng ngeliat prosesnya di mesjid. Tapi, semenjak peristiwa berdarah itu….. (haiyah terlalu didramatisir) :P Jadi waktu SD kelas 1 or 2, bapak beli kambing, diikat pula di pohon depan kamarku. Tiap hari aku memberinya makan dan bermain dengannya. Hari2 aku lewati bersamanya. Dia menjadi temanku, aku bahkan memberinya sebuah nama (tapi aku lupa) ^_^

Ketika suatu hari, bapak mengajak teman baruku itu ke sekolah. Hati ini gembira bukan main. Aku bisa bermain dengannya di sekolah, dan aku bisa menunjukkan ke teman2 teman baruku ini. Sesampainya di sekolah, bapak menitipkan temanku dengan pak guru, sementara aku mengikuti pelajaran. Ketika siang pulang sekolah tiba, aku segera ingin menjemput temanku. Pak guru pun menuntunnya ke halaman sekolah, dimana sudah ramai dengan murid2 dan guru2. Waah, pak guru ingin memperkenalkan teman baruku ini. Alangkah senangnya…

Semuanya sudah berkumpul, temanku berada di tengah2. Kemudian…..seorang pria menidurkan temanku itu….apa yg terjadi…aaarrggghhh mereka menggorok lehernya!!! Kaget, takut, sedih, bingung….semua campur aduk. Aku menangis dan menjerit sekeras mungkin….apa yg mereka lakukan pada temankuuu!!!!!! Aku berusaha meraih dan menolongnya, tapi seorang guru memegang tanganku dan menahanku. Aku tidak ingat lagi setelah itu. Betapa mengerikaaan!!!!

Sejak itulah, aku tak berani keluar di hari qurban. Tapi aku menikmati hidangan di hari qurban. Biasanya aku dan teman2ku berkumpul, bikin sate bareng. Hmm….tapi harus selalu diingat, jangan berlebihan. Walaupun di hari qurban daging berlimpah, jangan kebanyakan, secukupnya aja. Ga baik buat tubuh, kolesterol. Dan harus diimbangi dengan sayur and olahraga. Palagi kalo dibikin gulai…waduw….tambah berkolesterol de. Sisa dagingnya bisa disimpan buat besok2. Bisa divariasi, nggak sate doank. Iga bakar/sop iga juga bisa, sop buntut, trus nasgor kambing, tongseng, gulai….hwaaa…. Sluuurrrpp…..

To all the goats and cows (and maybe camels?) out there to be sacrificed, I’ll see you in heaven (halaah…kayak mau masuk surga aja). Hihii…. Aaaaammmmmiiiiiiiinnnnn